Wisata Alam Curug Ciherang

Wisata Alam Curug Ciherang bisa menjadi tujuan objek wisata di akhir pekan ini. Berada di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Salah satu alternatif objek wisata alam yang tersebar di sepanjang jalur alternatif Puncak, Citeureup/Jonggol – Sukamakmur – Kotabunga Cipanas. Suguhan panorama  alam sepanjang perjalanan sangat memanjakan mata, mulai dari kampung pinus, curug ciherang, curug cipamingkis dan banyak lagi. Tidak kalah dengan tujuan wisata di sepanjang jalur Puncak Pas.

Untuk mencapai lokasi, sebaiknya menggunakan kendraan pribadi, secara angkutan umum belum sampai ke sana. Dari arah Jonggol: desa Sukajaya sampai bertemunya plang tanda arah Curug Ciherang ditempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam. Jalanan agak sempit, berbukit, naik turun. Dari arah Jakarta: Tol Jagorawi – Keluar Citeureup – arah Lebak pasir lewat pasir mukti, ketemu pertigaan Jonggol Cipanas, ambil arah Cipanas.

Sampai di plang yang menunjukkan Curug Ciherang, disambut udara gunung yang segar, gerimis, dan berkabut. Dari plang menuju lokasi sekitar 1,5m lagi, jalanan berbatu dan agak licin. Dalam pikiran, wah, airnya bakalan keruh nih secara habis hujan, ternyata salah besar. Curug berbatu ini airnya sangat bening, jernih dan dingin sekali. (more…)

Pelabuhan Ratu: Bermain Pasir dan Ombak

Pelabuhan Ratu pantai yang sangat cocok untuk bermain pasir dan ombak, khususnya bagi anak-anak, dengan syarat tetap dalam pengawasan orang dewasa.

Saat libur lebaran kemaren adalah perjalan terlama ke Pelabuhan Ratu via tol Jagorawi-Ciawi, seharusnya hanya memerlukan waktu perjalanan  3 jam sekali jalan, menjadi 6 jam lebih. (more…)

Wisata Sejarah Budaya Melayu di Pulau Penyengat

Perkembangan sejarah kebudayaan Melayu rekam jejaknya dapat kita lihat dari peninggalan-peninggalan yang masih ada di Pulau Penyengat.

Menurut Wiki, Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti adalah pulau kecil yang berjarak 6 Km dari kota Tanjungpinang Ibu Kota Kepulauan Riau. Pulau ini berluas 2.500 meter X 750 meter. Makanya jalan-jalan di pulau ini sangat kecil, lebih ditujukan untuk pejalan kaki, ataupun sepeda roda dua.

Pulau ini dapat ditempuh dalam waktu lebih kurang 15 menit dari pelabuhan kota Tanjungpinang dengan menaiki perahu yang disebut pompong oleh penduduk sekitar dengan biaya @ Rp. 5000 untuk umum, Rp. 3000 untuk penduduk, dan gratis untuk guru yang bolak-balik Tanjungpinang-Pulau Penyengat atau sebaliknya.

Objek wisata sejarah budaya Melayu di Pulau Penyengat yang menyambut kedatangan kita pertamakali datang adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, yang didalamnya banyak tersimpan kitab-kita kuno. Kebetulan saat ysalma berkunjung adalah hari Jum’at, pengunjung selain yang ingin berwisata, juga bapak-bapak yang akan melaksanakan shalat Jum’at yang datang dari kota Tanjungpinang, Malaysia, maupun Singapur. Ini ditandai dengan kas dan infaq ke  masjid yang terkumpul dalam mata uang Rupiah, Ringgit Malaysia dan dolar Singapur. (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 749 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: