Potret Kartini Masa Kini: Mbak Penjual Pecel, ysalma pilih sebagai semangat emansipipasi yang katanya diperjuangkan oleh R.A. Kartini. Dari bincang-bincang singkat yang dilakukan, mbak ini berasal dari Blitar, suaminya asli Solo, mereka berusaha mengais rizki halal dengan cara bermatabat di daerah Bekasi. Mbaknya sendiri menjual pecel keliling di pagi hari, sementara suaminya menjual mie ayam siang menjelang sore, anak-anak mereka titipkan di mertua di daerah Solo.
Sebuah langkah awal yang sangat berani dalam merintis usaha sendiri secara mandiri. YSalma angkat topi untuk semangat ini, secara ysalma baru sebatas ingin juga mempunyai usaha sendiri, tetapi realisasi nyatanya sangat jauh.
Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Blogger Kartinian yang diselenggarakan oleh Blog Ceritayuni disponsori oleh Blogdetik dan Blogcamp Group.










Lidya
/ April 30, 2012makan pecel enak ya mbak
mintarsih28
/ Mei 1, 2012salut dengan wanita tangguh berhati baja. berkeliling menjajakan dagangan, sepulang di rumah di sambut cucian, dan panci kotor. tetapi dia masih bisa tersenyum menyapa anak dan suami.
naniknara
/ Mei 1, 2012dimana-mana ada wanita ‘perkasa’