Lewat bencana, aku menasbihkan nama-Mu
Lewat alam, aku mengagumi-Mu
Lewat pikiran, aku mengingat-Mu
Lewat hidup, kadang ,,, aku selalu menduakan-Mu
Seharusnya.. Setiap tarikan nafas, aku merindukan-Mu
Bukan lewat bencana alam, pikiran hidupku baru mengharapkan kasih-Mu..
# Bekasi, di kesadaran sore150412.









Nchie Hanie
/ April 15, 2012*merenung*
Hanya mengharap Kasih Mu seorang ..
Di saat suka dan duka..
Mood
/ April 15, 2012Puisinya bagus Mbak.
Seharusnya memang pada setiap tarikan nafas kita mengingat Nya, sebab begitu banyak karunia yang kita nikmati dalam kehidupan ini.
Salam.. .
Abdul
/ April 16, 2012Tahukah bunda apa yang teringat di benak saya sekilas membaca syair ini?
Bahwa kita sering menjadikan Tuhan layaknya toilet..(sadis ya kita ini..)
kita mneghiba-hiba hanya saat kita butuh..tapi saat kita dalam ekadaan happy tanpa tekanan seolah Tidak ada yang kita butuhkan dariNya..Padahal nyatanya everything caused by GOD>
Dan begitu pula saya….
T_T
Faithfully,
*__*
bunda lily
/ April 16, 2012hiks…..lalai dan lupa selalu mengikuti kita ya Mak
semoga Allah swt memberikan kita petunjuk dan bimbinganNYA , agar kita bisa lebih baik dan khusyu’ dlm mengingatNYA…..
puisi ini membuatku merenungkan segala lalaiku, Mak
salam
Akhmad Muhaimin Azzet
/ April 16, 2012betapa penting dan indah kasih-Nya ya mbak…
muhyasir
/ April 16, 2012memang seringkali kita mengingat-Nya dalam keadaan susah saja. nice poets
Lidya
/ April 16, 2012tiap saat seharunsy mengingat Nya ya mbak
Evi
/ April 17, 2012Apapun yang kulakukan Engkau hadi dalam nadiku…