Catatan Ramadhan

Catatan Ramadhan emak dan anaknya dalam perkenalannya dengan bulan Ramadhan.

Seorang emak muslim wajib mengajarkan puasa kepada anak-anaknya. Anak-anak memerlukan tahapan-tahapan untuk bisa melakukan puasa penuh.

Pertama kali memperkenalkan puasa kepada junior sekitar umur 3 tahunan; pagi hari sekitar jam 7, sarapan seperti biasa dan emak memberitahukan ini sahurnya anak-anak, ntar bukanya kalau dengar beduk ya. Tetapi  jam 10-an sudah minta minum :) . Usia 4th sudah ikut puasa setengah hari, waktu Dzuhur ke bawah enggak puasa. Usia 5th melakukan puasa beduk, makan-minumnya disiang hari pada waktu-waktu shalat. Tahun lalu di usia 6th sudah bisa puasa penuh, cuma batal 5 hari karena kurang enak badan, kecapek-an,  karena waktu bermainnya tidak mau berkurang.

Catatan emak pada Ramadhan tahun lalu. junior begitu semangat menantikan saat-saat shalat taraweh, begitu mencoba pertama kali, ternyata imamnya membawakan ayat-ayat yang panjang, sesampai di rumah, ” Mam, ternyata shalat taraweh itu lama dan banyak yaa, capek, besok-besok aku ga ikut aja ya”. Rasa penasarannya masih ada, tetapi selanjutnya cuma mengikuti empat kali taraweh aja. Masih belajar :) .

Alhamdulillah, di catatan Ramadhan emak tahun ini, di usia 7th, usia anak-anak yang ingatannya sudah kuat dan mulai memahami kewajibannya. Junior begitu semangat menyambut bulan Ramadhan.

Puasanya di dua hari pertama agak memerlukan waktu untuk penyesuaian sekitar pukul 13 WIB – 14 WIB, mengeluh lemes, haus dan lapar. Emak cuma mengingatkan, kalau bukanya sekarang, ga terasa lho nikmat berbukanya. Coba deh ntar kita lihat, sekarang kamu mau minum dan makan semuanya, tetapi saat berbuka nanti, segelas air putih itu nikmatnya sangat luar biasa, buktikan nanti deh. Junior percaya.

Sampai hari ini, sudah sepertiga bulan Ramadhan 1432 H ini terlewati, junior masih semangat puasa, sahur dan tarawehnya ( walau masih di selingi becanda sama teman-temannya). Tetap semangat ya nak, kegiatan sekolah, kegiatan tambahannya tetap juga berjalan lancar.

Kalau jaman emak dulu, orangtua yang menjanjikan ke anak-anaknya sebagai penyemangat, akan memberikan hadiah kalau puasanya bisa penuh di Bulan Ramadhan. Tetapi kalau junior, dia menyemangati dirinya sendiri untuk puasa penuh selama Ramadhan, dengan harapan orangtuanya nanti akan merealisasikan request pilihannya.

Narablog semua, adakah yang berniat menjadi sponsor untuk request pilihan junior emak ini? sebuah sepeda fixie :mrgreen: .

Tulisan Sebelumnya
Tulisan Berikutnya
Tinggalkan komentar

27 Komentar

  1. Mudah-mudahan si junior tumbuh menjadi apa yang diharapkkan si emak. hheehe

    Balas
  2. weh jempol seribu orang deh buat dedknya, sip sip 3 tahun udah belajar :)

    Balas
  3. Nah, saya dulunya cuma minta baju baru kalau puasanya penuh. Ada tmbahan uang THR dan seminggu penuh makanan request :)

    Balas
  4. Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
    Saya datang ikut meramaikan lagi gan,
    http://irfanhandi.wordpress.com/2011/08/11/i-am-come-back-brother/
    Sekalian konfirmasi untuk edit link saya gan.
    terima kasih.

    Balas
  5. benar tuh guru utama bagi anak adalah orang tua terutama ibu
    salam kenal gan

    kenal juga gan ^^.

    Balas
  6. salut deh buat junior dan emaknya. Semua memang mempunyai fase dan perkembangannya sendiri untuk terus maju.
    Moga tercapai fixienya ya, saya bantu dengan doa

    Balas
  7. saya dulu sering puasa pas usia 5 tahun, walaupun cuma setengah hari (tapi orang tua saya ngira kalau puasa saya penuh..hahaha)

    Balas
  1. Siapakah Kita | YSalma
  2. Catatan Dzulhijjah Emak « YSalma

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s