Pilihan manusia dalam menjalani kehidupan selalu berada pada dua sisi, baik- buruk, atau hitam-putih. Karena manusia di berikan kebebasan mutlak untuk memilih dengan semua konsekuensi yang sudah diberitahukan aturan dan batasannya.
Pilihan dengan niat baik, untuk memperbaiki kehidupan, bukan hanya menjadi manusia sukses dimata orang lain, tetapi juga manusia bernilai. Pilihan itu tidak pernah salah.
Yang salah, kadang proses yang kita lalui untuk menggapainya. Dalam perjalanan mewujudkan sebuah pilihan, jalan itu tidak melulu lurus dan mulus, kadang penuh cabang, berkelok, bergelombang dan bahkan berlubang penuh lumpur dengan berbagai godaan yang justru membuat kita betah berlama-lama terperosok untuk mengasihani diri sendiri.
Pilihan tanpa keyakinan akan kemampuan diri sendiri akan sangat terasa sulit dan berat untuk dijalani, saat sedikit aja terperosok, kita bukannya melihat potensi yang ada pada kita untuk keluar, tetapi justru melihat ke kiri dan kanan untuk mengharapkan sebuah pertolongan. Banyak yang lalu lalang di depan mata kita dengan semua pesona dan kelebihan hidup yang sudah mereka miliki, bahkan orang-orang terdekat, keluarga, sahabat, kenalan, tetapi,, tak satupun yang melirik apalagi mau menarik kita keluar dari kesulitan yang kita hadapi.
Kecewa, merasa terabaikan, yups,, karena kita berharap kepada mereka. Menangisi kekecewaan tersebut berlarut-larut, percuma, karena mereka tidak mau tau akan “kesulitan kecil” yang kita hadapi. Menyesali pilihan yang sudah diambil? sangat kurang bijak, karena waktu tak pernah bisa di putar mundur.
Percayalah, Yang Maha Berkuasa akan segala sesuatu sedang menguji kelayakan kita untuk meraih semua mimpi itu. Bangun, cari pijakan yang membuat kita berdiri kokoh, melangkahlah kembali satu-satu untuk melanjutkan perjalanan, sampai ke tujuan akhir.
### Hanya Sebuah Catatan untuk diri sendiri dan sahabat-sahabat yang lagi mempertanyakan pilihan yang sudah diambilnya. Percayalah, pasti bisa melewati kerikil-kerikil kehidupan ini. Hasilnya kurang sesuai, ada rencana lain terbaik yang dipersiapkan-Nya
.









anla arinda
/ Agustus 9, 2011tidak memilih, bagi saya, juga merupakan sebuah pilihan.
Orin
/ Agustus 9, 2011Sepakat Mah, kadang sulit untuk memutuskan pilihan, tapi lebih sulit lagi untuk konsisten terhadap pilihan tersebut. Semangat ah
orange float
/ Agustus 9, 2011Dengarkan kata hati dalam memutuskan pilihan, baik buruknya setiap pilihan mengandung resiko
Ely Meyer
/ Agustus 9, 2011dlm memilih dibutuhkan juga keberanian dan keoptimisan juga sdh didiskusikan sama yg di atas
Mabruri Sirampog
/ Agustus 9, 2011artkel yg sangat bagus untuk bahan renungan bu.
hidup memang harus memilih, yg penting selama mau berusaha dan tentunya disertai do’a, semoga apa yang dipilih akan membawa kebaikan untuk kita…
HALAMAN PUTIH
/ Agustus 9, 2011Setiap kali kita memilih selalu saja ada resiko di dalamnya. Bahkan dalam hidup ini banyak pilihan yang bisa kita ambil dengan resikonya masing2. Oleh karena itu kita perlu memilih yang terbaik diantara pilihan yang baik.
alamendah
/ Agustus 9, 2011Hidup itu sebuah pilihan. Pilihan yang mengandung konsekuensi dan tanggung jawab.
Asop
/ Agustus 10, 2011Ya, saya percaya bisa melewati kerikil-kerikil itu.
joe
/ Agustus 10, 2011dan pada setiap pilihan yang akan kita ambil selalu dihadapkan pada konsekuensi masing masing