Batas waras dan tidak, di lapisan masyarakat saat ini sangat sulit di bedakan.
Dulu, ketidakwarasan adalah milik masyarakat bawah yang tak kuat, menahan kerasnya tuntutan kebutuhan hidup. Bermimpi di luar batas kemampuannya, yang pada akhirnya sulit membedakan, mana khayalan dan mana dunia nyata. Rata-rata mereka berpenampilan kucel, ternyata setelah gugling di gugel, di katakan, “mereka yang kehilangan kewarasannya diawali dengan kehilangan penciumannya“.
Sekarang, yang kehilangan ‘penciuman‘ terhadap bau-bau kelusuhan masyarakat, lingkungan di sekitarnya, sangat banyak. Dan itu dari kalangan yang seharusnya jadi tuntunan
.
Yang tidak bisa membedakan, hak miliknya, mana hak milik orang lain, mana amanah, mana tanggung jawab, mana janji yang harus di tepati, mana yang menjadi sebuah rahasia dan mana kebenaran yang harus diungkapkan ke umum. Apakah kewarasan sudah menjadi sesuatu yang langka saat ini
### Sekelabat pikiran ketidak warasan, saat lewat di sebuah jalan.
Melihat seorang wanita yang masih muda, di tengah teriknya matahari, duduk di emperan, makan sebungkus nasi yang dihampar aja dilantai yang kotor, sepertinya baru di dapatkan dari seorang yang baik hati, lahap dan sepertinya wajar.
Yang tak wajar, di kepalanya ada seperti kumpulan kawat, yang di tarok seperti mahkota putri ratu-ratuan, berpakaian lusuh tak terawat, di apit tas-tas kresek penuh, yang entah berisi apa.
Batas kewarasan mulai meninggalkan mimpi-mimpinya
. Sementara di TV, para pemimpin sibuk mengklarifikasi sebuah pembenaran.









omman's
/ Juni 14, 2011waras lawan yg tak waras – yg waras harus ngalah … gak tepat juga sihh … hiksss
Aan Subhan
/ Juni 15, 2011kewarasan kita dianggap tidak waras oleh orang2 yang tidak waras
tutinonka
/ Juni 15, 2011Ketika ketidakwarasan sudah sedemikian merajalela, yang waras malah sering diperlakukan seperti tidak waras, oleh orang-orang yang sesungguhnya tidak waras
kang ian dot com
/ Juni 15, 2011sekarang blog mbak salma tambah mantep kata-katanya euuy udah g keciri emak-emaknya xixi..
ya deskripsi waras dan g waras itu bagaimana kita mendefinisikannya saja mba.. tidak akan pernah bs kita ambil dari sisi, karena banyak sisi yang bs kita temukan dalam berbagai macam pengertian..
semoga saya masih jadi orang waras..
Elsa
/ Juni 15, 2011sering dengar slogan “Yang waras yang ngalah” gitu gak???
aku kok jadi kepikiran ungkapan itu
SITI FATIMAH AHMAD
/ Juni 15, 2011Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Ysalma…
Akal dikurniakan kepada manusia untuk dapat mempertimbangkan sesuatu yang sulit dalam kondisi yang mendesak. Melalui pertimbangan akal wujudlah istilah rasional atau waras sehingga mampu mengatasi semua tantangan dengan bijak dan bermanfaat.
Selain itu, ilmu dan iman menjadi sumber kepada menuntun manusia bagi memimpin diri ke jalan yang diredhai Allah..
Kesulitan hidup yang dihadapi memungkinkan manusia hilang kewarasannya akibat tekanan yang dihadapi sehingga nafsu mengatasi akal. Akhirnya hidup tidak ketentuan dan diri sendiri jadi celaru serta tiada tumpuan hidup.
Iya, sungguh kasihan melihat insan-insan yang “hilang diri” dalam dunia yang sepatutnya dinikmati dengan bahagia. Semoga kita bisa mengambil iktibar dari cerita mbak Ysalma di atas.
Senang dapat bergabung kembali dengan mbak di maya.
Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.
anla arinda
/ Juni 16, 2011kadang-kadang dunia rasanya serba terbalik, yang waras masuk rumah sakit ketidakwarasan. sepertinya kita perlu update database parameter kewarasan
Necky
/ Juni 18, 2011kamin terasing di dunia nyata orang2 yang waras……makanya lebih mencari komunitas seciri di dunia maya agar tetap menjadi warasssssss….hehehehehe