Dimasa sekarang ini, hampir semua keluarga baru, suami istri bekerja diluar rumah. Alasannya bermacam-macam, mulai dari alasan ekonomi, yang sudah pasti penghasilan berdua lebih menjanjikan daripada hanya suami aja. Mempraktekkan ilmu yang sudah didalami sekian tahun sampai ke jenjang Sarjana, sayang hanya untuk kembali ke dapur. Apalagi hanya untuk alasan memasak dan mengurus anak yang bisa dilakukan sama asisten ( pembantu rumah atau suster).
Sejalan dengan perjalanan waktu untuk keadaan suami istri yang duanya bekerja diluar rumah memberikan konsekuensi yang kurang baik. Apalagi kalau tempat tinggal yang jauh dari tempat kerja, Waktu tempuh yang digunakan sebenarnya hanya hitungan 30 menit perjalanan, tetapi Kota-kota besar yang semakin ruet kemacetannya, membuat waktu banyak terbuang di perjalanan. Nyampai rumah sudah tinggal capek (bukan karena kerjanya, tetapi akibat stress kemacetan dijalan
), akibatnya komunikasi yang terjalin didalam keluarga semakin berkurang, walaupun alat komunikasi semakin canggih, dimana saja dan kapan saja bisa terhubung satu sama lain lewat berbagai sarana komunikasi, tetapi komunikasi di dalam sebuah keluarga tidak hanya cukup dengan say hello seorang ibu dengan anaknya lewat telpon, atau seorang istri dengan suami. Ada interaksi fisik yang harus dilibatkan didalam membangun komunikasi dalam keluarga. Seorang anak, walaupun semua materi tercukupi ada saat-saat dimasa pertumbuhannya dia memerlukan dekapan seorang ibu untuk memberikan rasa aman.
Dengan semakin cepatnya kemajuan IT, orang-orang tidak perlu lagi beranjak dari rumah untuk melakukan beberapa transaksi, semuanya cukup dilakukan secara online dari depan komputer, Termasuk bekarja. Bekerja tanpa kantor atau bekerja dari rumah menjadi tren baru.
Beberapa alasan untuk memutuskan bekerja dari rumah adalah:
- Fleksibel mengatur waktu kerja, bekerja tapi tetap mendampingi proses perkembangan anak-anak.
- Menentukan sendiri besar penghasilan yang mau dicapai, sebagai penghasilan utama atau penghasilan tambahan.
- Menjadi ”bos” bagi diri sendiri, bagi mereka yang tidak suka bekerja dibawah perintah orang lain.
- Menjadi tabungan masa depan, dengan memulai bekerja dari rumah saat ini, anda mempersiapkan bisnis masa depan anda sendiri, karena kalau anda bukan profesional (di bayar karena spesialis yang miliki), anda bekerja di PMA akan ada rasa deg-deg an dengan istilah perampingan dan peremajaan perusahaan.
Bagaimana dengan Ysalma??
Setelah 9th an bekerja di manufakturing dengan jam kerja yang sangat-sangat ketat, apalagi kalau sudah akhir bulan dan akhir tahun, kayaknya dunia ini hanya kerjaaa aja
, akhirnya menghadapi dilema dengan yang namanya menjaga si buah hati. Dengan penuh kesadaran dan kebesaran jiwa akhirnya memutuskan untuk ”dirumah saja”. Ternyata melihat perkembangan seorang anak sungguh-sungguh moment sangat luar biasa, sangat bersyukur di beri kesempatan hamil dan menjadi seorang ibu. Setelah si kecil udah bisa bermain dan punya teman main sendiri, maknya mulai berkurang kesibukannya. Yang namanya TV juga dikuasai sikecil, bagus juga sih, berhubung maknya tidak suka nonton sinetron, tetapi efeknya, mak nya ini lebih tau cerita Avatar, Naruto, Pocoyo, Ben 10 sampai yang sekarang booming Upin, Ipin dari pada berita . Untuk lihat berita akhirnya internetan, facebukan untuk ketemu teman-teman lama, main game online, lamaa jenuh juga.. Pengennya internetan tapi juga bisa menghasilkan, dan tidak harus meninggalkan rumah. Setelah coba ini itu, akhirnya bergabunglah dengan d’BC Network, karena 80% bisa dikerjakan online
.









achoey
/ Mei 13, 2010Saya juga berharap kelak istri saya mau bekerja di rumah saja
ysalma
/ Mei 13, 2010bisalah, kan Achoeynya sudah punya berbagai usaha, tinggal istrinya jd Mngr keuangan
marisa
/ Mei 14, 2010iya..rencana saya emang kek gini…
mau jualan jilbab setelah menikah…doakan ya..
ysalma
/ Mei 14, 2010Amin, semoga terlaksana n sukses..